March 18, 2008

Selamat Jalan Bang Edi

Hari Rabu, tgl 12 Maret 2008, tepat seminggu yang lalu, aku mulai dengan biasa aja. Gak ada sesuatu yang aneh sedikitpun. Pagi2 aku nelpon Rina untuk memberi dukungan atas interviewnya sore itu dengan Bank Niaga. Bahkan hari itu aku menyusun rencana2ku dengan sangat baik. Aku mengerjakan tugas SM, dengan target malamnya slide presentasi dan paper SM selesai.

Satu kesalahan lagi yg aku lakukan sore itu..Tepat pukul 5 sore aku kepingin berdoa. Tapi tugas yang banyak membuat aku menunda2 utk berdoa. Aku pikir, nanti malam kalau tugasku sudah selesai aku akan berdoa. Sore kira2 pukul 5:30 aku menghubungi Rina, keponakanku, anak tertua Bang Edi, utk ngobrol mengenai interviewnya dengan Bank Niaga. Segera setelah aku dan Rina selesai berbincang2 aku mandi dan bersiap2 utk menyelesaikan tugas2ku. Baru saja aku membuka komputer, kurang lebih pukul 6:10 sore, abangku tertua menelpon. Dengan tergagap dia mengabarkan bahwa abangku Edi sudah tiada. Sore itu rasanya dunia berputar tidak keruan...Aku gak kepingin percaya berita itu, tapi dia sudah pergi..

Penyesalan sekejap menguasai aku...Sehari sebelumnya aku terdorong untuk puasa, tapi karena masih kelelahan sepulang dari Bali aku tidak jadi puasa. Aku juga tidak menelpon Bang Edi untuk menanyakan kesehatannya ketika tiga minggu yang lalu mamak minta bantuan doa karena Bang Edi kelihatannya terlalu lemah untuk berangkat ke Kalimantan bulan May nanti. Aku mengira, Bang Edi pasti akan baik2 aja...

Bang...Bang...Seandainya aku tau, kau akan pergi, pingin rasanya mengulangi waktu. Banyak sekali penyesalanku Bang. Aku kurang memperhatikanmu. Bang..Bang..Maafkanlah aku Bang. Terlalu besar salahku samamu..Sampai sekarang aku masih berandai-andai. Seandainya Hari Selasa, sehari sebelum kau pergi aku berpuasa, mungkin Tuhan masih memberi tambahan umur untukmu. Seandainya hari itu pukul 17 aku berdoa mungkin pukul 17:30 kau tidak jadi berangkat...Seandainya...

Tapi satu hal membuat aku tetap mengucap syukur di hadapan Tuhan. Kudengar cerita tentang bagaimana pelayananmu di masa2 terakhirmu Bang. Kudenger banyak jiwa kau bawa mengenal Yesus sebagai juruselamat dunia. Kudengar kau mendoakan orang lain yang sakit dan dia sembuh. Kudengar kau rajin menginjili teman2mu yang dulu nakal walaupun kau sakit Bang. Kudengar kau pergi hanya beberapa menit setelah kau berdoa bersama2 dengan mamak, bapak dan eda. Bahkan saat itu kau minta supaya orang sakit yang tidur di sebelahmu juga didoakan. Aku bersyukur pada Tuhan Bang, karena aku yakin bahwa kau sekarang ada di surga. Kau sudah mendapat tempat yang terbaik.

Kepergianmu sangat mulia Bang. Apakah kau liat betapa banyak orang yang menyayangimu yang datang untuk mengucapkan selamat jalan? Lebih dari itu bang, kepergianmu memperdamaikan banyak orang. Banyak orang2 yang tadinya bermusuhan, bersatu di hari kepergianmu. Mereka datang dan saling memeluk dan menangis di depan jenazahmu Bang. Benar2 Tuhan membuat hari kepulanganmu mulia Bang.

Kepergianmu juga membuat aku sadar, betapa bodohnya aku ini dalam banyak hal. Bayaran untuk menunjukkan kesalahanku terlalu mahal Bang.

Aku sayang amamu Bang. Dan aku bangga amamu. Kalau kau liat aku dari sorga, maafkanlah aku Bang, dan doakanlah aku, kami semua yang kau tinggalkan.

Selamat jalan abangku...Selamat berjumpa dan bersukacita dengan Bapa di sorga. Suatu saat kita pasti bertemu kembali.

I love u...

                            

July 09, 2007

The Fifth Mountain

The Fifth Mountain

By: Paulo Coelho

Cerita ini diangkat dari kisah alkitab mengenai Elia, nabi Israel pada masa Raja Ahab. Fokusnya pada kisah Elia ketika melarikan diri ke ke kota Sarfat, Fenisia (yang biasa disebut penduduknya Akbar) dan tinggal selama kurang lebih 3 tahun di kota Sarfat. Tentu saja detail kisah seperti ini tidak terdapat di Alkitab, yang hanya menceritakan mujijat yang dilakukan Tuhan melalui Elia di rumah janda Sarfat (yang namanya tidak pernah terungkap baik di Alkitab maupun di novel ini) dan bahwa Elia meninggalkan kota itu untuk menjumpai raja Ahab setelah tiga tahun ia tinggal di Sarfat.

Inti cerita ini mengisahkan bagaimana seorang nabi Elia, yang sedang kebingungan mencari misi Tuhan yang sebenarnya dalam hidupnya akhirnya menyatu dengan kota Sarfat yang mempertemukannya dengan seorang janda yang akhirnya ia cintai dengan diam-diam. Yang menarik adalah bagaimana Paulo menggambarkan sisi manusiawi seorang nabi yang ternyata juga selalu menghadapi ketakutan seperti manusia lainnya, dan juga bisa jatuh cinta, walaupun selalu meragukan apakah itu yang dikehendaki Tuhan darinya. Di tengah keragu-raguannya akan maksud/makna hidupnya, satu yang ia tidak pernah ragu, yaitu eksistensi Tuhan. Namun kenangan akan masa lalu yang gemilang sebagai tukang kayu dan ‘kegagalan’ sebagai seorang nabi yang melarikan diri dari Ratu Israel, Izebel, yang hendak membunuhnya selalu mengusik keyakinannya akan masa depannya.

Hal lain yang menggugah adalah ketika Elia berusaha untuk mencegah peperangan antara Asyur dan Sarfat, dan berdoa sekuat tenaga agar Tuhan campur tangan dan mencegah itu terjadi. Namun apa yang terjadi adalah kehancuran Akbar yang indah yang diserang di malam hari oleh Asyur, dan perginya satu-satunya perempuan yang dicintainya malam itu karena terjebak dalam api yang dikobarkan para tentara Sarfat. Elia diliputi kemarahan terhadap Tuhan, dan merasa ditinggalkan dan memutuskan untuk meninggalkan Sarfat dengan membawa anak perempuan itu dengannya untuk kembali ke Israel, atau ke negeri manapun yang mungkin aman baginya.

Namun pertemuannya dengan seorang pengembala tua di tengah perjalanan yang mengatakan bahwa bahwa banyak hal-hal yang tak terhindarkan yang selalu saja terjadi. Dan bila tidak puas dengan masa lalu, lupakanlah. Dan bayangkan sebuah kisah baru tentang hidupmu, dan yakinlah. Kata-kata pengembala tua itu, dan desakan anak perempuan itu akhirnya membawa ia kembali ke Sarfat. Dia berjanji untuk membangun kembali Sarfat yang sudah menjadi puing-puing dan ‘menentang’ Tuhan, sampai Tuhan mau memberkatinya kembali (seperti yang dilakukan oleh Yakub).

Pada akhirnya Elia menyadari bahwa ketidakadilan Tuhan seperti yang sering ia rasakan bukanlah ketidakadilan. Tuhan menginginkannya untuk tidak hanya pasrah, namun berjuang dan menentukan pilihannya sendiri. Akhirnya Elia mengerti maksud dari semuanya. Persis seperti ketika Yakub bergumul melawan Tuhan dan memaksa Tuhan untuk memberkatinya, akhirnya Tuhanpun memberkatinya dan memberikan nama baru, yaitu Israel. Ya, itulah intinya! Eliapun membutuhkan nama baru, yaitu PEMBEBASAN.

Kisah ini secara pribadi memberikan makna yang sangat mendalam bagiku. Sukur pada Tuhan bahwa Dia tidak hanya berbicara melalui alkitab, namun melalui segala hal, asal kita mau mencoba untuk peka mendengarkanNya. Dan hari ini, Tuhan berbicara padaku melalui sebuah novel yang walaupun menceritakan tentang salah satu episode alkitab, namun bekerja dengan cara yang berbeda dari biasanya dalam hidupku. Hari ini satu hal yang aku pelajari dan pelajaran itu amat dalam, yaitu melupakan masa lalu yang tidak memuaskan. Dan mulai membayangkan kisah baruku. Bergulat dengan Tuhan sampai Ia memberkatiku. Dan akupun memberi nama baru bagiku, yaitu KEMENANGAN!

April 11, 2007

Being Old

Last Easter holiday, I spent my time with my brother's family who're coming for vacation from Medan. As the youngest is still like 14 yrs then we went to Dufan. U may know that there're so many games in there and some of it really absorb ur energy. Might be good for ur hearth or either very dangerous.

At the beginning we start with Bianglala. It's not so special, just give me more wind to caress my nape of neck. Following was the Kora2. There the advanture began. It's a kind of big canno, where u can sit there and the operator start to swing it, to make u feel like in a storm. It started with a very slow swing, at the time it was still so pleasant. And it got stronger and stronger until I felt so regret to be on that game. But surprisingly when the swing stop and we all got off, my nephew and niece said, "Can we try it again?", while I kept saying to myself I would never try it again.

Still we continued the advanture for the sake of my nephew and niece's happiness. We tried the roller coaster! After that u know what? I started to feel so exhausted, while my niece and nephew running here and there to find more games. Then those words came into mymind..."U're getting old lady!".

Somehow I felt a bit depressed. I remember just abt 3 years ago I went for the same games with my friends in S'pore and I didn't feel that tired? But this time I became so weak.

When I was 20th, I was so active and energic. Never thought that this kind of moment (feeling of being old) would come to me. However, it's life...u're born, grown up, mature and old...(going down). There's a wise-word saying "People like to have a long life but reluctant to get old." It exactly happen to me!

Anyway, I may not phisically as active as before, not as energic as before but at this stage of age I feel that I start to getting mature. Start to understand the real life and love. And I thank God that however it's, until this very moment my spirit not getting old. I'm mentally still young :) !

March 29, 2007

The Pursuit of Happiness

Menurutku, film ini merupakan salah satu film yang wajib ditonton. Dibintangi oleh Will Smith dan anaknya sendiri, film ini mengisahkan perjuangan seorang ayah yang merawat anaknya sendiri untuk mengejar apa yang dinamakan ‘kebahagiaan’.

Christ Gardner, seorang penjual scanner tulang, menghadapi kesulitan keuangan yang benar2 serius. Scanner-scannernya sulit untuk laku, sementara uang sewa sudah menunggak hampir 3 bulan, disamping tunggakan-tunggakan yang lain. Istrinya yang sudah tidak tahan terhadap kesulitan yang dihadapi meninggalkannya. Christ harus tetap berjuang untuk merawat dan membahagiakan anaknya.

Christ memulai harapan barunya dengan sebuah wawancara di sebuah perusahaan sekuritas (broker saham) yang sangat terkenal di US. Namun tidak gampang untuk mendapatkan perhatian pejabat2 perusahaan tersebut untuk bisa diwawancarai. Dengan mencoba berbagai usaha, akhirnya Christ berhasil ikut dalam wawancara. Akhirnya Christ diterima untuk ikut program internship selama enam bulan tanpa gaji, agar nantinya bisa diuji untuk bisa menjadi salah satu pialang saham di perusahaan tersebut.. Pilihan yang berat bagi Christ karena ternyata tidak lebih baik dari menjual scanner. Namun akhirnya Christ setuju untuk ikut program tersebut. Sambil tetap berusaha menjual habis scanner2nya, Christ berusaha bekerja keras di kantor untuk mendapatkan nasabah, yang akan mempengaruhi uji cobanya untuk bisa menjadi pialang nantinya.

Sarat dengan persoalan dan kesialan, film ini benar-benar menggugah hati. Film ini juga diangkat dari kisah nyata kehidupan Christ Gardner sendiri, yang pada akhirnya memiliki sebuah perusahaan investasi di USA. Kalo mau tau kisah lengkapnya, silahkan tonton, masih beredar di bioskop-bioskop.

Cheers!

March 26, 2007

One Night With The King

Film ini masih baru, dibintangi oleh Tiffany Dupont, Omar Sharif dan Luke Goss. Didasari oleh salah satu sejarah

Israel

yang tertulis di Holy Bible, film ini mengisahkan seorang gadis Yahudi yang hidup pada masa penjajahan

Persia

. Seorang gadis, bernama Hadassah, yang kemudian mengganti namanya dengan Esther, yang sangat cantik di kalangannya, sederhana dan dicintai. Tumbuh dalam perlindungan pamannya, ia hidup dengan iman yang kuat terhadap ajaran orangtuannya yang sudah meninggal dan pamannya.

Suatu saat sang Raja yang memerintah membuang istrinya yang melanggar protocol negara. Untuk menggantikan Ratu, sang Raja mengadakan pemilihan dari beberapa gadis setempat yang tercantik pada saat itu. Esther terpilih diantara gadis-gadis tersebut, yang kemudian berkompetisi untuk memikat hati Raja. Dengan cara yang sangat berbeda dari yang lain, yaitu dengan memperkenalkan kisah cinta kepada Raja, Esther kemudian mencuri hati Raja, dan akhirnya terpilih sebagai Ratu. Namun, perjuangan Esther belum selesai. Rakyatnya (Yahudi) yang dianiaya, dan statusnya sebagai seorang Yahudi yang ia rahasiakan menjadi dilemma baginya…..

Bagiamana selanjutnya? Lebih bagus nonton aja deh….

H I D A L G O

Ini bukan film baru, namun sudah beredar sejak tahun 2004, dengan bintang utama Viggo Mortensen. Berkisah tentang seorang legendaris bernama Frank T. Hopkins dengan kudanya (jenis Mustang) yang bernama

Hidalgo

, yang hidup di tahun 1800-an.

Hopkins

adalah seorang Amerika kulit putih, keturunan Indian, yang hidup dengan kuda.

Hidalgo

adalah seekor Mustang liar yang ditemukan

Hopkins

di hutan.

Hopkins

dan

Hidalgo

sering mengikuti lomba berkuda jarak jauh, dan dalam legendanya

Hidalgo

terkenal sebagai kuda terhebat dalam pacuan jarak jauh. Suatu saat pada sebuah pertunjukan dimana

Hidalgo

dipamerkan sebagai kuda terhebat yang lebih hebat dari kuda murni, seorang pejabat Arab yang hadir pada pertunjukan tersebut merasa tersinggung.

Hopkins

diminta untuk menarik kembali klaimnya mengenai kudanya yang terhebat atau ikut serta dalam perlombaan berkuda jarak jauh yang setiap tahun diadakan di gurun pasir Arab, menyeberangi gurun pasir sejauh 4500mil.

Hopkins

memilih untuk mengikuti perlombaan. Dan disinilah ceritanya berawal.

Awal cerita film ini terkesan membosankan. Namun mulai menjadi menarik ketika

Hopkins

tiba di Arab. Lucu, menegangkan dan heroik. Dan yang paling menarik adalah bahwa film ini didasari oleh kisah hidup nyata Frank T. Hopkins. Kalau ada yg belum nonton, coba deh cari lagi VCD/DVD nya. Gak akan nyesal.

March 17, 2007

Jojo

"Di sekolah yang kutunggu-kutunggu...Tiada yang datang

Kutelah lelah berdiri-berdiri...Menanti nanti

Bila ku pergi bersama, sahabatku...

Kukan merasa gembira...riang slalu...

Dan hatiku kan bernyanyi-bernyanyi...lagu gembira..."

=============

Tiba-tiba saja aku teringat pada sahabat masa SMAku, dan lagu ini langsung terngiang di kepalaku. Namanya Jojo (begitu aku memanggilnya), kami sama2 suka nyanyi. Bagi org2 yg mengenal kami berdua, mungkin yg paling diingat adalah keaktifan kami di dunia vokal group. Dulu, kami selalu menyanyikan lagu di atas setelah lama gak ketemu karena musim liburan.

Dalam ingatanku doi seorang yg sgt manis dan lembut, namun kadang terkesan rapuh. Kami pernah nangis bersama, tapi lebih sering tertawa bersama. Satu hal yang sering teringat tentang doi, doi suka nyolong makananku ketika aku sedang berdoa utk makan :). Dan biasanya aku akan menyiapkan balasan buat doi.

Kami dulu suka merencanakan siasat tertentu utk menghadapi cowok2 yang kami sukai (taksirin). Doi selalu membelaku dalam kesedihanku.

Sudah lebih 10 tahun kami gak bertemu. Aku lupa tepatnya kapan, tapi terakhir ketemu ketika aku selesai KKN thn 1996. Kudengar doi sudah berkeluarga dan tinggal di Sidikalang. I know she must have a nice family. I wish I can meet her one day...somewhere...

I miss u best friend....I my heart u're alwayz my best friend..

February 03, 2007

Banjir Oh Banjir....

Jumat, 2 Feb 07, pagi hari aku bangun, suara hujan yang mengguyur Jakarta sejak hari Kamis masih terdengar deras. Sebentar lagi juga berhenti, pikirku....Aku mulai bersiap-siap ke kantor sambil berharap hujan mereda. Buka pintu lihat ke halaman depan....Oh my God....air setinggi mata kaki. This is not a good sign....Telpon mulai berdering-dering..."Mbak Julia, aku kayaknya gak bisa masuk kantor hari ini. Aku terjebak di Tol dan gak bisa bergerak. Banjir Mbak....". Akhirnya aku putuskan utk tidak keluar rumah dan tidak masuk kerja.  Akhirnya aku cari berita mengenai situasi di Jakarta melalui TV. Bener aja....Banjir dimana-mana...Katanya banjir yang sama seperti yg pernah terjadi 5 thn yang lalu (thn 2002), waktu itu aku belum di Jakarta. Anyway pada dasarnya di Jakarta banjir bahkan terjadi setiap tahun.

Anehnya, kok pemerintah masih belum bisa mengatasi ya? Perlu berapa kali ujian baru lulus dari satu pelajaran? Gak jera, gak peduli? Anehnya lagi, masyarakat juga pasrah aja, gak banyak protes, nrimo bahasa Jawanya. Padahal pemerintah sepantasnya bertanggung jawab dalam menangani masalah banjir ini dengan serius.

Tadi pagi (3 Feb) ngobrol ama teman kuliah sambil nunggu dosen yang terjebak banjir. Kebetulan teman dulu kul di jurusan Landscape IPB Bogor. So sedikit lebih tau mengenai struktur kota Jakarta yang memang pada dasarnya rawan banjir, karena dulunya banyak tanahnya yang berupa rawa-rawa. Tapi sebenarnya menurut doi, Belanda dulunya sudah membangun banyak sarana untuk menangani masalah banjir ini. Lagi-lagi krn kebodohan dan rasa tidak bertanggung jawab sarana-sarana tersebut tidak dirawat dan diterlantarkan sehingga tidak bermanfaat lagi. Alasannya sih, peninggalan Belanda, penjajah! Kebodohan yang ditanamkan dengan tujuan yang gak jelas kepada masyarakat.

Ah sudahlah....terlalu banyak ngeluh mungkin juga gak baik dan jangan-jangan gak ada manfaatnya. Masih tetap aku berharap, semoga pemerintah kita makin pintar dan belajar dari pengalaman. Dan semoga banjir-banjir ini tidak terulang lagi.

Be strong Jakarta people!

December 30, 2006

Goodbye 2006, Welcome 2007

Akhirnya tiba lagi aku di penghujung tahun 2006. Satu tahun lagi berlalu...Saatnya untuk refleksi. Hikmah apa yang bisa dipetik dari tahun 2006. Aku akan coba untuk merinci:

- Keberanian untuk meninggalkan confort zone (Batam) dan memulai yang baru di Jakarta, bersama suamiku tercinta.

- Keragu-raguan akan masa depan...sempat hinggap di hati...Namun akhirnya berserah pada yang di atas.

- Dalam keadaan sebagai pengangguran...berusaha untuk enjoy life, menikmati kekayaan alam dan budaya Indonesia di Bali dan Jogja...And stay cool...

- Tanpa bosan, tetap mengirim lamaran kemana-mana (kalo dihitung-hitung mungkin ada 200-an lamaran) dan berusaha untuk tetap semangat.

- Akhirnya kerja di JAC Indonesia, masih bukan pekerjaan impianku. Namun begitu, itu berkat dari Yang Di atas.

- Tetap bersyukur dalam segala keadaan, percaya aja padaNya...Lakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu sesama (terutama keluarga).

- Membuka lembaran lain dengan kuliah lagi...Teman baru, suasana baru, tantangan baru....

- Anugerah yang ajaib akhirnya datang di bulan November, kerjaan impian datang, jawaban dari Yang Di atas. Airmata sukacita dan haru...Dia memang baik dan ajaib!

- Tetap berharap padaNya...Jangan pernah lepas...Kehidupan masih berlanjut, tantangan semakin berat.

- Akhir yang bahagia di tahun ini bersama suamiku. Di rumah kecil dan sederhana kami, kami memuji namaNya dan selalu mengandalkanNya.

Tahun 2007....Kusambut engkau, karena aku tau tahun inipun dari Tuhan. Dia kupegang teguh, dan bersama keluargaku dengan bergandengan tangan dan dengan pengharapan di dalam Dia, kami akan melangkah masuk ke tahun yang baru. Wellcome 2007!

May 29, 2006

Dukaku Untuk Jogja

Sabtu pagi sayup2 kudengar berita di tv....terjadi gempa di Jogja dgn kekuatan 5.9 SR, sejauh ini 3 orang meninggal....Masih lega mendengar bahwa hanya 3 orang meninggal. Siang buka berita lagi, oh my Goodness, korban udah lebih seribu...malam hari bahkan sudah mencapai 3000an. Belum habis duka untuk Aceh dan Nias, belum lagi tuntas restorasi di dua daerah tsb, sekarang kita sudah harus bergelut dengan bencana yang baru....

Tiga bencana besar dalam 3 tahun (bahkan kurang), apa Tuhan segitu murkanya pada Indonesia? Aku teringat kisah tentang Raja Daud yang setiap kali kalah perang bersujud di hadapan Tuhan, bahkan berguling2 di tanah, mencari tau apa dosa bangsanya dan minta pengampunan Tuhan. Menggelitik pertanyaan di hati, adakah dari pemimpin kita  yang mencari tau apa yang salah? Kalo tidak ada dari pemimpin bukankah ada 200jt jiwa di Indonesia, adakah yg sungguh2 bersujud di hadapan Tuhan minta hikmat dan pengampunan? Bukankah ketika Abraham memohon ampun untuk Sodom dan Gorora beliau seandainya ada 10 orang yang bertobat di Sodom dan Gomora ampunilah Tuhan, dan Tuhan menjawab ya aku ampuni bila ada 10 orang saja? Namun sayang 10 orang pun tidak ditemukan disana....Jangan2 Indonesia sedang dalam situasi yang sama dengan Sodom dan Gomora?

Aku berharap tidak demikian dgn Indonesia....Aku berharap masih ada orang2 yg sujud menyembah dan mencari kehendak Tuhan di Indonesia. At least lets start to pray now friends....for our country Indonesia, for our land....

Semoga Tuhan memulihkan Jogja dan Indonesia......